Langsung ke konten utama

Benarkah Gigi yang Terinfeksi Masih Bisa Diselamatkan?


Seringkali orang mengira bahwa setiap gigi yang mengalami infeksi berat atau sudah mati pasti harus dicabut, eits.. tunggu dulu, itu ga selamanya benar! Pada beberapa kondisi, seperti gigi yang mengalami kerusakan sangat parah hingga tidak dapat dipertahankan, retak sampai ke akar, atau infeksi yang telah merusak jaringan penyangga secara luas, pencabutan gigi memang menjadi pilihan terbaik. Namun, pada kondisi lain, apabila struktur gigi masih cukup baik untuk dipertahankan, dokter gigi dapat melakukan perawatan saluran akar untuk membersihkan infeksi dan menyelamatkan gigi asli.

“Dok, Perawatan Saluran Akar Itu Apa Sih?”

Menurut JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol. 4 No. 2 Tahun 2021, perawatan saluran akar merupakan prosedur dalam bidang konservasi gigi yang dilakukan untuk mengatasi gangguan atau infeksi pada jaringan pulpa, yaitu bagian terdalam gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah. Tindakan ini dilakukan dengan membersihkan jaringan pulpa yang mengalami peradangan, infeksi, atau telah mati dari dalam saluran akar, kemudian saluran akar dibersihkan, didesinfeksi, dan diisi menggunakan bahan khusus untuk mencegah infeksi berulang. Singkatnya, perawatan saluran akar adalah prosedur untuk membersihkan infeksi pada bagian dalam gigi dan mempertahankan gigi asli agar tetap dapat berfungsi dengan baik.

Lebih lanjut, jurnal tersebut menjelaskan bahwa tujuan perawatan saluran akar adalah mencegah penyebaran infeksi dari pulpa ke jaringan di sekitar akar gigi (periapikal), sekaligus mempertahankan gigi agar tetap dapat berfungsi dengan baik dan diterima secara biologis oleh jaringan di sekitarnya. Dengan penanganan yang tepat, gigi yang sebelumnya mengalami infeksi masih memiliki peluang besar untuk dipertahankan tanpa harus dicabut.

“Dok, Kalau Gigi Saya yang Sudah Terinfeksi Tidak Diobati Secara Segera Apakah Nantinya Akan Berbahaya?”

Yap, benar sekali! Infeksi pada saluran akar yang dibiarkan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, antara lain:

  • Penyebaran infeksi ke jaringan sekitar gigi.

  • Terbentuknya abses atau kantong nanah.

  • ·Kerusakan tulang penyangga gigi.

  • ·Nyeri berkepanjangan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • ·Gigi akhirnya harus dicabut karena kerusakan yang terlalu parah.

Jadi, kapan sebaiknya harus berkonsultasi ke dokter gigi? Saat kamu merasa...

  • Nyeri gigi yang tidak kunjung membaik.

  • Gusi bengkak disertai keluarnya nanah.

  • Gigi terasa sakit saat menggigit.

  • Gigi berubah warna setelah mengalami benturan.

Pembengkakan pada wajah yang disertai nyeri gigi.

Kesimpulan

Perawatan saluran akar merupakan solusi efektif untuk mempertahankan gigi yang mengalami infeksi atau kerusakan pada saraf. Dengan penanganan yang tepat oleh dokter gigi, gigi yang sebelumnya terasa nyeri bahkan terancam dicabut masih memiliki peluang besar untuk dipertahankan. Menjaga kebersihan gigi dan melakukan pemeriksaan rutin merupakan langkah terbaik untuk mencegah kerusakan yang lebih berat.

Jangan menunggu hingga nyeri semakin parah atau infeksi menyebar. Semakin cepat dilakukan pemeriksaan, semakin besar peluang gigi asli Anda dapat dipertahankan tanpa perlu dicabut. Di RS Hermina OPI Palembang, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi yang berpengalaman dan terampil di bidang Konservasi Gigi (Endodonti). Dengan didukung fasilitas yang memadai serta pelayanan yang mengutamakan kenyamanan pasien, setiap tindakan dilakukan secara profesional sesuai dengan kebutuhan dan kondisi gigi Anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Penyakit Paru Yang Sering di Abaikan, Kenali Sejak Dini

Mengenal Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Penyakit Paru Yang Sering di Abaikan, Kenali Sejak Dini! Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit paru bersifat kronik dan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sesak napas bagi penderita karena ditandai oleh hambatan aliran udara yang bersifat progresif dan berhubungan dengan respon inflamasi paru terhadap partikel atau gas yang beracun atau berbahaya. PPOK merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan gejala pernapasan yang persisten dan batasan aliran udara yang disebabkan oleh kelainan jalan nafas dan atau alveolar yang biasanya disebabkan oleh paparan partikel-partikel atau gas yang berbahaya. Keterbatasan aktivitas merupakan keluhan utama yang berdampak pada kualitas hidup penderita PPOK. Inflamasi sistemik, penurunan berat badan, peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler, osteoporosis dan depresi merupakan manifestasi sistemik penderita PPOK. Sesak napas dan pola sesak napas yang tidak sel...

Sering Pusing Berputar? Bisa Jadi Tanda Vertigo

Pernah merasa kepala tiba-tiba berputar seperti lingkungan di sekitar bergerak, padahal tubuh sedang diam? Kondisi ini sering disebut sebagai vertigo. Banyak orang menganggap vertigo hanyalah pusing biasa, padahal kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Apa Itu Vertigo? Vertigo adalah sensasi pusing berputar yang membuat seseorang merasa dirinya atau lingkungan di sekitarnya bergerak. Keluhan ini biasanya disertai dengan mual, muntah, keringat dingin, hingga kehilangan keseimbangan. Vertigo bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari gangguan pada sistem keseimbangan tubuh, terutama di telinga bagian dalam atau otak. Penyebab Vertigo Salah satu penyebab vertigo yang paling umum adalah gangguan pada telinga bagian dalam, seperti Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). Kondisi ini terjadi akibat perubahan posisi kepala tertentu yang memicu rasa berputar. Selain itu, vertigo juga dapat disebabkan oleh: Infeksi t...