Langsung ke konten utama

Mengenal Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Penyakit Paru Yang Sering di Abaikan, Kenali Sejak Dini

Mengenal Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Penyakit Paru Yang Sering di Abaikan, Kenali Sejak Dini!

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit paru bersifat kronik dan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sesak napas bagi penderita karena ditandai oleh hambatan aliran udara yang bersifat progresif dan berhubungan dengan respon inflamasi paru terhadap partikel atau gas yang beracun atau berbahaya. PPOK merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan gejala pernapasan yang persisten dan batasan aliran udara yang disebabkan oleh kelainan jalan nafas dan atau alveolar yang biasanya disebabkan oleh paparan partikel-partikel atau gas yang berbahaya. Keterbatasan aktivitas merupakan keluhan utama yang berdampak pada kualitas hidup penderita PPOK. Inflamasi sistemik, penurunan berat badan, peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler, osteoporosis dan depresi merupakan manifestasi sistemik penderita PPOK. Sesak napas dan pola sesak napas yang tidak selaras akan menyebabkan penderita PPOK sering menjadi panik, cemas dan akhirnya frustasi. Keseluruhan dampak tersebut merupakan penyebab utama penderita PPOK mengurangi aktivitas fisiknya untuk menghindari sesak napas.

Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Gejala COPD sering tidak muncul sampai kerusakan paru-paru yang signifikan terjadi, dan biasanya memburuk dari waktu ke waktu, terutama jika paparan merokok berlanjut. Tanda dan gejala COPD mungkin termasuk:

- Sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas fisik

- Mengi

- Sesak dada

- Batuk kronis yang dapat menghasilkan lendir (dahak) yang mungkin bening, putih, kuning atau kehijauan

- Infeksi pernapasan yang sering

- Kekurangan energi

- Penurunan berat badan yang tidak diinginkan (pada tahap selanjutnya)

- Pembengkakan di pergelangan kaki, kaki atau kaki

Penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Penyebab utama PPOK di negara maju adalah kebiasaan merokok. Di negara berkembang, PPOK juga dapat terjadi akibat paparan asap dari bahan bakar untuk memasak atau pemanas ruangan di tempat tinggal yang kurang ventilasi.

Jenis obstruksi saluran napas yang dapat terjadi meliputi:

Emfisema: Penyakit paru-paru ini disebabkan oleh kerusakan dinding dan serat elastis pada alveoli. Ketika menghembuskan napas, saluran napas yang kecil bisa kolaps, sehingga menghambat aliran udara keluar dari paru-paru.

Bronkitis kronis: Pada kondisi ini, saluran bronkus mengalami peradangan dan penyempitan, serta paru-paru memproduksi dahak berlebih. Hal ini menyebabkan penyempitan saluran napas dan batuk yang berfungsi membersihkan saluran napas.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko PPOK meliputi:

- Paparan asap rokok.

- Merokok bagi penderita asma.

- Paparan debu atau zat kimia di tempat kerja.

- Paparan asap dari bahan bakar.

- Usia.

- Faktor genetik.

Pencegahan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

- Berhenti merokok

- Melakukan pola hidup sehat.

- Mendapatkan vaksinasi flu tahunan dan vaksin Pneumonia secara rutin.

- Mencuci tangan dengan air dan sabun secara rutin.

- Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai standar jika bekerja di tempat yang banyak debu, asap dan gas.

- Beristirahat dan tidur yang cukup.

- Menerapkan pola makan yang sehat.

- Mengelola stres dengan baik.

- Berolahraga rutin 

Kapan Harus Pergi ke Dokter?

Sebaiknya segera periksa ke dokter apabila mengalami gejala PPOK terutama jika disertai dengan keluhan berikut :

- Demam

- Jantung berdebar

- Bibir dan ujung jari berwarna kebiruan.

- Napas tersengal sampai tidak bisa berbicara.

- Linglung dan sulit berkonsentrasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benarkah Gigi yang Terinfeksi Masih Bisa Diselamatkan?

Seringkali orang mengira bahwa setiap gigi yang mengalami infeksi berat atau sudah mati pasti harus dicabut, eits.. tunggu dulu, itu ga selamanya benar! Pada beberapa kondisi, seperti gigi yang mengalami kerusakan sangat parah hingga tidak dapat dipertahankan, retak sampai ke akar, atau infeksi yang telah merusak jaringan penyangga secara luas, pencabutan gigi memang menjadi pilihan terbaik. Namun, pada kondisi lain, apabila struktur gigi masih cukup baik untuk dipertahankan, dokter gigi dapat melakukan perawatan saluran akar untuk membersihkan infeksi dan menyelamatkan gigi asli. “Dok, Perawatan Saluran Akar Itu Apa Sih?” Menurut JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol. 4 No. 2 Tahun 2021, perawatan saluran akar merupakan prosedur dalam bidang konservasi gigi yang dilakukan untuk mengatasi gangguan atau infeksi pada jaringan pulpa, yaitu bagian terdalam gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah. Tindakan ini dilakukan dengan membersihkan jaringan pulpa yang mengalami perad...

Sering Pusing Berputar? Bisa Jadi Tanda Vertigo

Pernah merasa kepala tiba-tiba berputar seperti lingkungan di sekitar bergerak, padahal tubuh sedang diam? Kondisi ini sering disebut sebagai vertigo. Banyak orang menganggap vertigo hanyalah pusing biasa, padahal kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Apa Itu Vertigo? Vertigo adalah sensasi pusing berputar yang membuat seseorang merasa dirinya atau lingkungan di sekitarnya bergerak. Keluhan ini biasanya disertai dengan mual, muntah, keringat dingin, hingga kehilangan keseimbangan. Vertigo bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari gangguan pada sistem keseimbangan tubuh, terutama di telinga bagian dalam atau otak. Penyebab Vertigo Salah satu penyebab vertigo yang paling umum adalah gangguan pada telinga bagian dalam, seperti Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). Kondisi ini terjadi akibat perubahan posisi kepala tertentu yang memicu rasa berputar. Selain itu, vertigo juga dapat disebabkan oleh: Infeksi t...